Kalau ndak salah saya ngelap air mata empat sampai lima kali pake kerah baju selama nonton Jumbo bareng istri dan dua bocil kami. Meski sejak awal juga sudah mewek karena tahu filem ini akan bercerita soal apa. Gara-gara heboh soal akidah dan hantu tempo hari di Thread.
Ini momen kedua kami nobar. Kalau tempo hari mainnya ke Plaza Renon, kali ini ambil opsinya ke Trans di ImBo sekitar pukul 6 sorean, menunggu anak-anak pulang sekolah. Pertimbangan lainnya, karena deretan kursi E yang masih kosong saat melakukan pemesanan secara online melalui aplikasi TIX ID.Saya pribadi sebenarnya gak berharap banyak Jumbo bakalan jadi tontonan yang baik bagi kami berempat. Tapi ketimbang pilih topik horor, rasanya ini sudah tepat buat mereka. Dan ternyata, sukses membuat kami menangis sedih, haru dan happy ending. Serunya, yang diingat dari tayangan selama dua jam durasi tadi itu, ya tokoh sentral si Don, si hantu Meri yang ternyata punya plot twist unik, dan aksi pas Don nanyain Bapak Kades pencet tombol radio. Sebagian penonton pada ngakak di adegan ini.
Terlepas dari semua penilaian netijen +62 soal filem ini, Jumbo saya rasa berhasil jadi satu karya animasi anak bangsa yang membanggakan. Dengan alur cerita yang gak terduga dan serunya adegan, turut bangga kami akhirnya bisa jadi bagian dari 4 jutaan penonton yang telah menikmati ini hingga scene terakhir.
Comments
Post a Comment