Skip to main content

HTC FLYer, Terbang Tinggi dengan Android

Sebagai satu-satunya perangkat TabletPC rilisan HTC di lini 7”, FLYer tampil memukau dengan kekuatan prosesor 1,5 GHz Scorpion. Tak hanya itu, memory internal yang dibekalinya pun cukup leluasa 32 GB plus kemampuan membaca eksternal Memory hingga 32 GB. Ditambah lagi besaran RAM yang hingga 1 GB membuat HTC FLYer kelihatannya makin mampu untuk terbang tinggi jauh ke awan. Tapi, apa benar begitu ?

Pertama kali memegang FLYer, ada kesan berat yang saya rasakan ketimbang memegang Samsung Galaxy Tab 7”versi awal. Bisa jadi lantaran bahan material yang digunakan untuk menyajikan perangkat ini ke publik, bisa pula lantaran secara Spesifikasi FLYer jauh lebih unggul. Keunggulan daleman inilah yang kemudian membuat saya tergelitik untuk mengujinya lebih lanjut.

Berdasarkan beberapa kali hasil Testing CPU dengan memanfaatkan aplikasi AnTuTu Benchmark, dalam kondisi Default menyajikan nilai sebesar 933 serta 3D Grafis 868 dengan total point 3559. Setelah diCompare, nilai point ini masih diatas perangkat Samsung Nexus S yang masih mengandalkan prosesor 1 GHz dan dibawah TabletPC Moto Xoom dan perangkat ponsel ternama Samsung SGS II.

Ketika diuji untuk menjalankan aplikasi Games HD seperti Need For Speed ataupun PES, HTC FLYer mampu menunjukkan kedigjayaan tanpa jeda atau lag saat proses permainan berlangsung. Hal ini tidak saya temui ketika mencoba menjajal Samsung Galaxy Tab 7”versi awal dan juga Acer Iconia yang rupanya masih menyisakan beberapa lag pada proses. Pun halnya ketika diujicoba menjalankan games-games grafis seperti Angry Bird dan Dynamite Fishing yang terkadang masih juga ada lag atau lambat pada perangkat Acer Iconia dan Galaxy Tab, HTC FLYer tampaknya mulus-mulus saja.

Dalam tahap Uji Coba selanjutnya untuk menyajikan file-file dokumen presentasi maupun digital pdfpun, FLYer tampak pede dengan slide animasi yang didukung pula dengan opsi editingnya. Bahkan saat digunakan untuk editing fotopun, FLYer masih lancar menjajalnya satu demi satu.

Ohya, HTC FLYer sebagai sebuah perangkat TabletPC sudah mendukung Adobe Flash Player loh. Itu sebabnya dalam beberapa kali uji coba untuk melakukan Tag baik foto ataupun status FaceBook, FLYer mampu menyelesaikannya dengan baik tanpa cela.

Mengadopsi OS Android versi 2.3.4 GingerBread, FLYer tampaknya ingin tampil beda dengan perangkat TabletPC Android lainnya. Well… Ternyata baik secara Spec dan Pembuktian, HTC FLYer memang Mantap.

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.