Skip to main content

Posts

I Just Miss the Old Days...

Recent posts

SmartRing yang tidak Smart

Ketika pertama diterima, notif batere low 0%. Di charge dari jam 7 malam sampai jam 11 malam, mentok di 85%. Lalu dibiarkan sampai pagi malah padam. Dan deteksi perangkat di apps SmartHealth hilang dari daftar. Di Refresh berkali-kali gak muncul. Lalu iseng restart perangkat. Device terdeteksi. Tapi muncul notif low battery 0%. Kaget. Belum dicoba dari 85% semalam jadi 0% paginya. Lalu coba dicharge lagi, sejam kemudian sudah 100%. Dicoba pakai. Bisa terdeteksi. Tapi nyampe kantor, buka apps-nya ternyata terlihat perangkat tidak tersambung. Lalu cek di daftar perangkat, malah hilang. Sampai hari ini. Ponsel sudah diRestart berkali-kali, perangkat gak juga muncul di aplikasi. Lalu harus gimana ? Iseng beli sih sebenarnya karena pengen tahu kualitasnya bagaimana. Ternyata sesuai harga. Mau berharap banyak ? Lebih baik jangan...

Rasanya Baru Kemarin...

Rasanya baru kemarin, punya tiga bocil yang ngekor ikutan nginep-nginep di villa saban kali hari libur panjang atau senggang satu dua hari, lalu ngadem di pinggiran kolam renang. Rasanya baru kemarin, janjian ke rumah kesayangan tapi minta ketemu di jalan karena belum pernah main ke arah barat, bahkan sempat kesasar harusnya perempatan Kerobokan tapi malah muter-muter di perempatan Petitenget. Sama-sama perempatan juga. Rasanya baru kemarin, jadi orang tua setelah lahiran anak pertama yang lama dinanti karena komitmen awal yang gak mau nikahan tapi MBA -Married by Accident- laiknya tradisi Hindu Bali kalo kata akun TikTok dan Thread belakangan ini. Beneran murni karena suka dan "butuh teman ngobrol yang nyambung usai pulang kerja". Ya sesepi itu hidup dulu pas era bujang. Lalu diberi tiga bocil yang beda kelakuan. Rasanya baru kemarin, Sulung punya adik yang gak sengaja dimiliki setelah lama menanti pasca keguguran di awal tahun 2012. Bayi moglong menggemaskan yang selalu ge...

Baik-baik ya Bojek...

Benar apa kata semuanya...  Perasaan seorang Bapak pada Anak gadisnya memang gak bisa dibohongi. Gak bisa ditahan dengan perasaan. Gak bisa diredam dengan ego... Maka itu ternyata Gak Guna juga terlihat kalem dan tetap cool beberapa hari belakangan ini seakan Gak terjadi Apa-apa.  Masih ada kekhawatiran. Tapi memang harus bisa ikhlas dan berusaha melepaskannya perlahan. Karena gak mungkin juga cutloss gitu aja.  Gak paham kenapa perasaan bisa campur aduk begini sedari pagi. Bisa jadi karena sore ini akhirnya kami benar-benar harus melepas si Sulung merantau jauh di Semarang. Dengan semua resiko dan tantangan yang harus ia hadapi sendirian sekarang.  Semoga ia bisa tabah. Harus yakin ia akan mampu menjalaninya.  Bakalan jarang banget bisa fotoan lengkap berlima lagi. Semangat ya Bojek...  -dari tiga anak gadis Bapal, cuma kamu yang sudah kelihatan mengambil tinggi badan bapal gak kira-kira. Sementara dua adik masih masa pertumbuhan mereka. Tapi meski begitu,...

Sepi...

Entah kenapa rumah jadi terasa sepi saat kami datang dari bandara sore tadi. Dan juga terasa berbeda karena yang biasanya terdengar gedebag gedebug dari lantai atas, anak-anak naik turun tangga, meski tak menyapa, kini tak lagi ada. Terhitung hari ini Mirah putri sulung kami sudah mulai tinggal menetap di Semarang untuk sementara waktu, menjalani masa persiapan perkuliahan jelang ospek awal bulan Agustus mendatang. Diantar Ibu, adik Intan dan We Wah Canggunya.  Saya sendiri memilih tinggal karena masih ada bungsu yang juga harus dijaga.  Ya, saya akui jadi menangis juga meski agak tertahan tadi. Berusaha tidak hanyut dalam perasaan saat memeluk Mirah sesaat sebelum mereka masuk pintu keberangkatan bandara. Padahal sekian hari terakhir, berusaha untuk tidak memikirkannya. Yang namanya rasa saat harus berpisah, tetap ada walau bagaimanapun juga.  Punya anak kuliah. Lengkap dengan semua perjuangannya.  Dan kami masih punya dua yang cilik...

6 KM/Jam...

Cuma itu kemampuan maksimal yang bisa saya lakoni selama sembilan tahun terakhir dan nyaris setiap hari. Ya, setiap hari. Mengingat standar minimal berjalan kaki setiap hari itu kabarnya adalah 6000 langkah. Jadi demi kepuasan bathin, setiap hari berusaha memenuhi standar tersebut dengan berjalan kaki menggunakan kecepatan itu. Meski terkadang kalau bosan ya tetap diupayakan dengan melalkukan cara lainnya. Bersepeda statis atau treadmill.  Dengan kecepatan 6 km/jam itu, praktis pace yang saya capai rerata berada di pace 10 menit per km. Tentu jadi memudahkan jarak kalau ini konsisten dilakukan sejak awal start. Kurang lebih 1 KM per 10 menitan.  Ini bisa dicapai karena saat melakukan aksi jalan cepat ini, langkah yang pacu biasanya mengikuti irama lagu yang saya dengarkan melalui tws atau earphone menggunakan beberapa track lama miliknya Peterpan macam Ada Apa Denganmu, Mungkin Nanti, Langit Tak Mendengar, Tak Bisakah atau Di Balik Awan. Sementara dari luar ada If You Go-nya J...

Dua Puluh Tahun menulisi Blog

"Hanya Blogger yang suka dengan kesunyian saja masih kuat menulis. Malas omong dan bahagia bila sudah menuliskannya. Ya, salah satu kebahagiaan hidup adalah dengan menulis di blog." Kadang masih suka senyum sendiri kalau pas lagi senggang, lalu iseng browsing tentang satu dua hal yang ingin diketahui namun malah nyasar ke satu dua blog teman yang hingga kini rupanya masih eksis, meski update tulisannya sudah tergolong jarang. Seperti kalimat yang ada dalam postingan senior mas Hendra W Saputro , CEO Bali Orange Communication yang kerap menyamar jadi pesepeda gunung, seakan mengamini apa yang saya rasakan saat ini. Dua Puluh Tahun menulisi Blog.  Semua berawal dari pelatihan IT yang digagas oleh PemKot Denpasar pada pertengahan Mei tahun 2006 silam. Saya berencana ikut pada sesi editing Video yang tampaknya cukup mengasyikkan untuk dicoba. Namun karena isian peminatnya full, saya dialihkan ke sesi lainnya yaitu editing foto yang berbarengan dengan sesi pembuatan Blog. Kalau ti...