Semarang itu sebelas dua belas dengan Kota Denpasar saya rasa. Dari bentuk bangunannya, ketinggian rerata, lingkungan maupun suasananya juga mirip. Yang membedakan, di Semarang itu masih ada beberapa bangunan tinggi yang megah berdiri di tengah keramaian kota, belum melihat adanya sanggah atau pura yang bisa jadi belum ada kami lewati sejak hati pertama tiba, dan jarang banget bisa nemu kendaraan model baru digunakan masyarakat macam Yamaha Filano ataupun Fazzio 😅 pun kendaraan grab premium BYD macam di Bali. Uniknya, model bangunan sebagian besar masih mempertahankan bentuk lama warisan Hindia Belanda, lengkap dengan pintu, jendela atau bukaan yang besar untuk dapat meneduhkan penghuninya di saat cuaca panas. Satu lagi, lalu lintasnya juga cukup ngangenin karena mirip kondisi Kota Denpasar era tahun 2000an. Belum terlampau macet dan padat. Mungkin karena tempat wisata di Kota Semarang ini juga agak minim. Seharian kemarin, kami mengupayakan tempat kost yang sesuai harapan ...