Skip to main content

Posts

Melanggar Tantangan Kok Enak ya ?

Recent posts

Musik dan Kenangannya

Mendengar suara Mb Melly Goslaw mendendangkan ost AADC 2 kerap mengingatkan saya pada satu masa kelam di awal tahun 2017 lalu. Saat pergantian tahun baru usai memaksa saya melakukan perjalanan sendirian ke Kota Surabaya untuk satu urusan dinas. Demi mengejar tujuan yang jauh sebelumnya gak pernah terbayangkan bakalan terjadi. Terdiam dalam sesal di sebuah kamar hotel tua Inna Tunjungan, meski berakhir happy ending di hari yang sama.  Hal serupa saya rasakan saat mendengar duo Air Supply menyanyikan tembang Goodbye di sekitar gerbong kereta video clip mereka. Mengingatkan saya pada tahun 90an akhir, dimana kerap memintanya untuk diputar di salah satu stasiun radio dan di saat yang sama harus kehilangan seorang saudara dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Saya masih bersekolah saat itu. Gak paham apakah itu ada hubungannya atau tidak. Musik tidak hanya menjadi penyemangat dalam beraktifitas, memberikan mood dan cerita tambahan pada hidup. Tapi juga kenangan. Masa Remaja yang penuh ...

Stand Up Mas Pandji, Buka Jejak Masa Lalu

J agat Politik Indonesia jadi riuh pasca video Mas Pandji Komika muncul di Netflix. Netijen kembali terbelah menyikapi potongan-potongan stand up-nya yang disebar ke sejumlah media sosial. Sebutan Termul atau Anak Abah, kembali ramai menggema, pasca melupakan Cebong Kadrun. Dari yang menyayangkan pembullyan fisik pak Wapres, sampai ke makin jelasnya posisi beberapa partai yang dahulu mendukung, kini berseberangan sak-kader-kadernya ikut menertawai mantan junjungan sembari membela Mas Pandji dan masif membagikan link videonya agar lebih banyak yang menonton. Saya hanya bisa nyengir karena semua yang terjadi hari ini merupakan kebalikan dari fakta era PakDe Jokowi dan keluarganya masih diusung jadi Presiden. Jejak-jejak digital masa lalu yang tersimpan, jadi terasa aneh ketika kembali diungkap menanggapi kalimat pembelaan atau kontra "candaan" Mas Pandji.. Benar adanya kata orang-orang. Bahwa gak ada Kawan ataupun Lawan dalam Politik. Yang ada hanyalah Kepentingan. Jadi "W...

Terima Kasih Tahun 2025

Terima Kasih Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, untuk Tahun 2025 yang sudah penuh warna. Banyak cerita Suka maupun Duka. Meski masih ada Catatan Pembelajaran yang harus dilalui untuk bisa menjadi Lebih Baik Lagi. Terima Kasih untuk Kesehatan yang diberikan oleh-Nya sehingga masih diperbolehkan melakukan Donor Darah ke-95 jelang berakhirnya bulan Desember ini. Pun untuk Kesempatan dari penglingsir titiang PakDek Made Sudarsana lan PakDe Pande Darmaja pada akhirnya bisa menyampaikan pengaksama dan ngungkab bebaosan menggunakan basa bali alus, satu harapan lama yang terwujud jua. Terima Kasih untuk Rekan-rekan di kantor Dinas dan Bidang Perkim atas sumbangsih pikiran, partisipasi, bantuan dan apapun itu, demi menyelesaikan tugas dan pekerjaan sejauh ini.  Terima Kasih juga untuk Semeton Manggala Adat lan Manggala Praja Banjar Tainsiat yang sudah ngayah hingga tahun keempat. Angsehang bin setahun gen... Terima Kasih tiang haturkan juga untuk Keluarga PakMang Budi Komang B...

Yuk Donor Darah

"Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan " (The best fate is never to be born) adalah sebuah pandangan filosofis pesimistis yang menyatakan bahwa penderitaan dan kesulitan hidup (beban, sekolah, kerja, kematian) lebih besar daripada manfaatnya, karena kita tidak pernah meminta untuk dilahirkan - Schopenhauer   Satu pemikiran yang pertama kali saya dengar pada awal cerita film Gie (2005) atau Soe Hok Gie. Namun demikian, Nasib Terbaik saat sudah dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua dan kehidupan adalah Bermanfaat bagi Orang Lain. Setidaknya itu pemikiran saya secara pribadi ketika secara sadar mendonorkan 350cc volume darah dalam tubuh untuk bisa diberikan kepada orang lain setiap 2-3 bulan sekali, siapapun itu. Ada perasaan lega dan bahagia ketika dinyatakan lolos uji tekanan darah dan Hb di meja petugas verifikasi, pasca wawancara singkat dan pemeriksan kesehatan di dua poin itu. Itu artinya saya berhasil menjaga kesehatan diri, sehingga kesempatan untuk bisa b...

My Phone Timeline

Ini tentang perjalanan ponsel yang saya gunakan sejak era awal kenal dengan hape. Dibagi menjadi 2 sesi.  Pertama, sesi ponsel era Feature Phones, dimana awalnya cuma pegang satu ponsel, lalu berkembang jadi dua gegara jaringan cdma... 2002 : Nokia 3310, Nokia 3350 2003 : Nokia 3530 2004 : Nokia 7650 2005 : T Mobile MDA II (O2 XDA II) & Samsung S179 cdma 2007 : O2 XPhone IIm & Motorola Q9c cdma 2008 : Nokia N73 ME & Nokia 6275i cdma Kedua, sesi ponsel Android dan iPhone. Ini era ponsel pintar, dimana sudah mulai menyajikan beragam aplikasi dari apps/play store, dan marak penggunaan RAM sebagai salah satu syarat saat membeli ponsel.  2011 : Samsung Galaxy Ace S3850 & iPhone 4 cdma 2012 : Samsung Galaxy Tab 7+ & HTC Flyer (LPSE) 2013 : Samsung Galaxy Note 3 & Samsung Galaxy Note 10.1 (LPSE) 2014 : endorse : Samsung Galaxy Note 3 Neo, Hisense Pureshot+, Andromax A, Andromax A2, Andromax E2, Andromax E2+ 4G, HTC One V,  2017 : Samsung Galaxy A9 Pro ...

Pengguna BPJS Wajib Tahu soal Penutupan Rekening Virtual

Melanjutkan sedikit obrolan kemarin soal iuran BPJS, ada satu kebingungan saya yang belum tersampaikan dalam postingan itu. Tentang iuran bulanan Ibu dan alm.Bapak selama ini yang harusnya secara standar baku era sekarang, Kepesertaan Mandiri Kelas 1 dikenakan biaya sebesar 150ribu per bulan per orang (itu sebabnya dikenakan biaya TopUp 600ribu per tanggal 2 Desember lalu untuk 2 akun jangka waktu 2 bulan). Sementara faktanya Bapak Ibu saya itu kata Mbak CS di lantai 2 Kantor BPJS, di aplikasi Mobile JKN masih dikenakan biaya sebesar 1% dari Gaji dan Tunjangan saya sebagai PNS, yaitu sebesar maksimum 120ribu per orang per bulannya. Pantesan sisa saldo dan TopUp di aplikasi kelipatan itu semua pembayarannya.  Yang mana aturan soal 1% dari gaji PNS untuk anggota keluarga tambahan, kata Mbak CS sudah gak berlaku lagi. Coba koreksi ya bagi yang tahu aturan terbaru soal iuran BPJS. Karena kalau nanya ke Google, infonya masih berlaku.  Logikanya menurut saya sih, harusnya di sistem/...