MoZat re-inkarnasi MoRange V dengan Fitur FaceBook Chat dan Twitter

29

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah cukup lama saya tidak membahas tentang MoRange, sebuah aplikasi ponsel yang multifungsi dan sangat bermanfaat bagi mereka yang menginginkan fitur-fitur terkini. Kalo tidak salah tulisan terakhir yang saya turunkan pada BLoG PanDe Baik adalah terkait rilis baru MoRange V yang memiliki tampilan user interface baru.

Tepatnya Jumat pagi, saya menerima sebuah email pemberitahuan dari MoRange terkait rilis baru aplikasi yang mereka kembangkan dan meminta saya untuk mencobanya. Namun sebelum saya memulainya, ada satu hal yang aneh yang saya baca dari email tersebut. Alamat web site yang dianjurkan bagi pengguna pc adalah menuju www.mozat.com dan bukan www.morange.com seperti yang saya ketahui selama ini.

Aplikasi MoRange yang dikatakan terbaru itu rupanya masih mengadopsi versi V, namun dari penjelasan yang saya baca, ada 2 (dua) fitur baru yang menarik untuk dicoba yaitu FaceBook Chat dan Twitter Tweets. Selama ini untuk FaceBook Chat saya menggunakan aplikasi eBuddy yang mampu menampung beberapa akun Messenger termasuk Yahoo Messenger yang saya miliki. Sedangkan untuk Twitter Tweets saya menggunakan bantuan aplikasi Opera Mini. Sayangnya lantaran ponsel yang saya gunakan merupakan tipe ponsel Java S40 dari Nokia yang artinya belum mendukung Multitasking, ketiga aplikasi tersebut (termasuk MoRange) tidak dapat saya gunakan secara bersamaan. Tidak demikian halnya ketika saya menggunakan ponsel N73.

Berhubung MoRange yang terbaru ini masih mengadopsi versi V, tidak banyak perubahan yang saya dapatkan ketika layar ponsel menampilkan halaman aktif atau disebut juga dengan istilah HomeScreen. Namun aplikasi yang rupanya telah mengubah namanya menjadi MoZat ini terasa jauh lebih gegas ketimbang MoRange versi V awal kemarin. Demikian pula dengan fitur Push Email yang masih kerap saya gunakan hingga kini.

Memasuki opsi App Centre, pengguna MoZat (nama lain MoRange V) dapat memilih beberapa fitur tambahan yang nantinya akan ditampilkan pada Application List atau Dock halaman aktif (HomeScreen). Saya pun mengambil kedua fitur baru diatas, FaceBook Chat dan Twitter Tweets, untuk langsung dicoba kemampuannya.

Fitur FaceBook Chat hanya memerlukan username/email beserta password yang digunakan pada akun FaceBook untuk masuk ke tampilan berikutnya yang berisikan nama Rekan-rekan yang terlihat online pada waktu yang sama. Untuk melakukan Chat, pengguna MoZat tinggal memilih nama Rekan yang diinginkan dan mengetikkan apa yang ada didalam pikiran. Balasan Chat dari Rekan akan diberitahukan dengan suara dan strip keterangan di bagian atas layar ponsel. Mengasyikkan tentu saja.

Fitur Twitter Tweets sebenarnya tidak jauh berbeda dengan shortcut alamat Twitter yang saya jadikan BookMark pada aplikasi Opera Mini. Hanya saja pada saat tombol pilihan ditekan, ada beberapa pilihan Menu khas Twitter yang dapat diakses, seperti Following dan Followers.

Dibandingkan dengan aktifitas saya sebelumnya sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja dengan MoZat (nama lain MoRange V) saya tidak lagi memerlukan aplikasi eBuddy yang sedianya tidak dapat diaktifkan dalam waktu bersamaan pada ponsel Nokia CDMA ini. Cukup dengan mengeksekusi satu aplikasi MoZat, saya sudah mendapatkan berbagai aktifitas yang saya inginkan, seperti Push Email, Web Browser untuk mengakses BLoG dan FaceBook, Internet Messenger meliputi FaceBook Chat, Yahoo Messenger serta Twitter.

Ah, rupanya pengembang aplikasi MoRange mendengar juga apa yang diharapkan oleh pemilik BLoG ini. Hehehe…

MoRange kini dalam tampilan Baru

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa waktu lalu saat laptop pertama yang saya miliki mengalami sedikit gangguan dan diputuskan untuk diinapkan sementara waktu (agar fokus perbaikan bisa jauh lebih baik), praktis aktifitas rutin yang biasanya saya lakukan berkaitan dengan dunia maya terhenti seketika. Kendati tidak sepenuhnya namun bisa dikatakan ada rasa hampa yang saya alami sepanjang waktu tersebut.

Solusi paling pertama yang bisa saya ambil adalah mengoptimalkan penggunaan ponsel sebagai sarana pengganti sementara mengingat solusi kedua yang saya rencanakan yaitu beraktifitas melalui Warnet tidak bisa saya lakukan setiap saat seperti halnya dahulu. Maka Morange kembali saya aktifkan baik pada ponsel cdma milik saya maupun gsm milik Istri. Sayangnya ada satu gangguan yang lumayan membuat saya kebingungan yaitu tidak berfungsinya fitur Push Email seperti yang dahulu pernah saya paparkan dalam tulisan BLoG ini.

Setelah dilakukan pengecekan melalui browser Opera Mini versi 3.0, sayapun bisa mengetahui bahwa dalam beberapa account email saya terdapat rata-rata sekitar 100-200an email yang belum dibaca (forward melalui fitur POP3). Ini bisa dimaklumi lantaran tiga hari setelah dan sebelum gangguan pada laptop terjadi, saya ga’sempat melakukan aktifitas cek email melalui Microsoft Outlook seperti sebelumnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, saya bisa memaklumi apabila aplikasi MoRange yang saya miliki tidak mampu melaksanakan fungsi Push Emailnya dengan baik, sehingga saya mencoba hunting beberapa aplikasi berbasis Java yang dapat memberikan bantuan fitur Push Email secara Gratis.

Sambil melakukan aktifitas “Trial and Error” pada sejumlah aplikasi yang saya temukan via Getjar, secara iseng saya melakukan kunjungan ke web site resmi MoRange dan mendapati kabar menarik bahwa MoRange merilis versi terbaru mereka yaitu MoRange 5.1. Setelah melakukan pengunduhan (download) file aplikasi MoRange yang dimaksud, sayapun mengeksekusinya pada ponsel gsm milik Istri, Nokia N73. Hasilnya sangat mengagumkan.

Aplikasi MoRange terdahulu secara otomatis di-Replace oleh versi terbaru tanpa menghilangkan data akun email yang tercatat sebelumnya. MoRange kini ditampilkan dengan interface yang jauh lebih fresh sedikit mengingatkan saya pada user interface ponsel iPhone maupun Windows Mobile versi HTC. Ini bisa dilihat dari taskbar atas dan bawah, lingkaran kecil sebagai tanda proses loading, dan juga pop up pilihan yang ditampilkan apabila pengguna ingin menghapus email yang telah dibaca.

MoRange 1

Kembali pada permasalahan MoRange dalam versi sebelumnya yang mengalami disfungsi push email (cieeehh bahasanya nok) tidak lagi saya temui dalam versi baru ini. Buktinya MoRange langsung merespon fitur Push Email seperti biasanya, menarik ratusan jumlah email yang belum dibaca kedalam ponsel dalam waktu beberapa menit. Tinggallah saya yang kelabakan membacanya satu persatu. Hehehe…

Seperti halnya perubahan versi MoRange dari III ke V yang menambahkan satu games versi MoRange yaitu Ocean Age, dalam versi terbarunya ini MoRange sepertinya mencoba memperkenal kembali seri kedua games tersebut yaitu Orange WAR Age 2, bagi yang menyukai permainan games via ponsel barangkali bisa mencobanya. Selain itu ada juga beberapa penambahan fitur yang diusung pada versi terbaru yaitu Backup Contact (daftar teman yang dimiliki) dan Buy Your Friend yang mengingatkan saya pada kontroversial Facebook beberapa waktu lalu.

MoRange 2

Sayangnya ada beberapa perubahan yang dilakukan dari versi sebelumnya yaitu apabila pengguna melakukan Login pada aplikasi ini, layar tidak akan merespon pergerakan cursor (navigasi ponsel) hingga aktifitas Login berhasil dilakukan. Ini tentu saja berbeda dengan versi sebelumnya dimana pengguna sambil menunggu proses Login selesai, masih bisa melihat-lihat isi Morange secara offline termasuk membaca email yang telah diterima sebelumnya.

Bagi yang masih menggunakan MoRange V dan penasaran ingin mencoba versi terbarunya 5.1, dapat mengunduh (download) dari alamat dibawah ini. Ohya, ternyata aplikasi MoRange ada juga yang diperuntukkan bagi ponsel/pda berbasis sistem operasi Windows Mobile loh…

> MoRange untuk ponsel yang mendukung Java
> MoRange untuk Windows MobiLe

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya perihal ‘mengexplorasi fitur Morange’ yang pertama kemarin, kebetulan baru membahas soal Profil tampilan utama, pengaturan aplikasi Morange (setting), penambahan aplikasi dan pengaturannya pada layar utama Morange, fitur ‘Push Email’ ala Blackberry dan juga Web Browser built in. Jadi gak perlu tambahan browser lagi kalo make Morange.

…..dan berikut lanjutannya. Silahkan disimak….

***

Anda menyukai Chatting ? Morange-pun menyediakan fitur seperti Yahoo Messenger, ICQ, Google Talk atau MSN sebagai sarana ngobrol dengan account diluar Morange. Saya mengambil contoh salah satunya yaitu Yahoo Messenger (YM). Setelah melakukan login dengan memasukkan ID dan Password, saya dihadapkan pilihan yang sangat mirip dengan YM versi Windows. Dalam arti semua nama contact yang ada pada YM laptop, ditampilkan dengan baik. Jauh berbeda dengan aplikasi YM yang saya dapatkan dalam versi Windows Mobile pada PDA. Lengkap dengan status mereka, Offline, Online, Busy atau idle.


Setiap jawaban yang datang dari orang yang diajak Chatting, seperti halnya fitur ’Push Email’, ponsel atau handset akan bergetar dan bersuara seperti masuknya sms. Saat kembali kelayar utamapun, pada kolom Notification akan tertera status chat yang kita lakukan sebelumnya.

Sarana ngobrol ala Morange ada pada fitur ChatRoom. Disini kita bisa masuk pada ruang Chat yang telah disediakan, tinggal memilih yang mana diinginkan, dan…. langsung bergabung tanpa ada birokrasi segala macam.


Jika bosan dengan chatroom yang berlangsung, kita bisa memilih chatroom yang lain, yang ternyata ada juga loh yang berbau esek-esek. Huahahaha….. Untuk menghentikan ngobrol yang gak jelas pun kita diberikan opsi dan diakses melalui tombol Menu.

Selanjutnya fitur Message¸ kurang lebih sama dengan yang ada pada Facebook, dimana kita bisa mengirimkan pesan pada teman sesama pengguna Morange, yang berstatus offline.


Terlalu panjang ? oke, silahkan dibaca sedikit lagi dan akan saya persingkat. He…

Fitur tambahan lainnya adalah album foto, group list (daftar teman) dan jawilan (poke) yang memang semua ini sangat mirip dan familiar bagi mereka yang memiliki account di Facebook.


Tak cuma itu loh. Ada juga aplikasi tambahan lainnya yang memang mirip beneran dengan Facebook. Seperti Friend Test, dimana kita bisa membuat quiz tertentu untuk menguji seberapa jauh pengetahuan teman yang ada pada daftar kita terkait hal-hal tertentu. Sound familiar dengan Facebook bukan ?


Bedanya tentu saja Morange ini digunakan pada ponsel atau handset yang dapat dipakai kapanpun dan dimanapun. Secara Mobile ceritanya. Irit pulsa pula.

Hanya saja berhubung sarana yang dipakai itu adalah ponsel atau handset yang dikenal dengan lemotnya, khusus pada rilisan tanpa jeroan prosesor didalamnya, tampilan loading yang lama dan lelet kerap ditemui saat membuka fitur, halaman atau aplikasi baru. Hal ini tentu saja biasa terjadi pada ponsel, yang bahkan tergolong smartphone sekalipun.

So, siap jadi seorang Moranger ?

> Tulisan ini adalah tulisan terakhir yang PanDe Baik turunkan terkait Morange. Semoga saja berguna bagi rekan-rekan yang memerlukan, dan mohon maaf jika tulisan kali ini terlalu panjang dan membosankan untuk dinikmati. <

Satu lagi, tulisan ini sekaligus tulisan terakhir pada BLoG untuk saat ini, berhubung bakalan menyambut Tahun Baru Caka 1931.
Selamat melakukan brata Penyepian dan semoga Tuhan selalu memberikan yang Terbaik untuk kita semua.
Sampai jumpa usai Nyepi….

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-1

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih tentang Morange. Aplikasi berbasis Java yang multifungsi sebagai alternatif solusi internetan dengan murah ala Blackberry.

Kalo pada tulisan-tulisan saya sebelumnya lebih banyak bercerita tentang pengetesan aplikasi Morange pada ponsel, tulisan kali ini saya porsikan untuk mengeksplorasi Morange lebih jauh. Tentu saja yang versi gratisan saja. Hahahaha…. dan berhubung hasilnya jadi panjang, maka tulisan ini saya bagi dua, agar tak malah membosankan nantinya.

***

Tampilan Pertama yang paling gampang dikenal pada Morange adalah Profile. Profile pada Morange rupanya gak jauh berbeda dengan Profile versi Facebook maupun Yahoo Messenger (selanjutnya dipake istilah YM). Profile ala Facebook, yang bisa menampilkan status personal, status sosial saat ini maupun yang ingin dicari. Profile ala YM menampilkan status Online, Offline, Busy maupun custom.


Profile pada Morange dilengkapi pula dengan Report tentang status Profile selama selang waktu pertama kali mendaftarkan account di Morange hingga terkini. Misalkan saja, berapa banyak status yang pernah dipublikasi, berapa jumlah foto yang kita upload atau berapa banyak komentar teman.

Sebelum melangkah pada fitur-fitur yang disediakan, kita bisa melakukan setting (pengaturan) terlebih dahulu untuk mengubah default Morange agar lebih sesuai dengan kehendak kita. Terdiri dari lima (5) settingan utama, General, Web, Homescreen, Email dan Chat.


Untuk General Setting, mengatur perihal koneksi internet, apakah memakai format html atau WAP, hal lain seperti besaran huruf, suara yang akan menandakan reaksi pada Morange entah itu email, chat ataupun lainnya termasuk pula getar (vibrate), serta pengaturan jam dan penggunaan kamera. Sedangkan WEB Setting, lebih mengutamakan pada gambar yang akan ditampilkan, terkait pada jumlah volume yang akan dihabiskan nanti. Makin bagus kualitas gambar yang ditampilkan, makin besar pula volume bytes yang dihabiskan. Begitu pula dengan ketiga pengaturan lainnya.

Pada tampilan utama Morange, terdapat list atau daftar aplikasi yang aktif atau paling sering digunakan nantinya. Pengaturan daftar aplikasi yang akan dipakai nantinya dapat diatur atau ditambahkan, misalkan saja dari daftar default yang ada, ditambahkan fitur aplikasi ICQ dan menghilangkan Google Talk.


Begitu pula yang tampil pada layar utamapun dapat pula diatur. Dari daftar aplikasi diatas, yang mana saja paling sering digunakan nantinya. Sisanya akan ditampilkan setelah memilih tanda panah paling kanan.


Berkaitan dengan fitur ‘Push Email’ fitur utama ala Blackberry, untuk menggunakannya, harus diatur terlebih dahulu account email yang dipakai. Tentu saja email tersebut harus mendukung fasilitas POP3 atau IMAP, seperti misalnya Gmail atau bahkan email yang saya pakai dari BLoG ini, pandebaik.com.


Setelah diatur, silahkan mencoba fitur ini dengan saling berkirim email dengan rekan, dimana daftar penerima email dapat diambil dari daftar Contact yang ada pada ponsel. Untuk melihat seberapa jauh prosesnya apakah telah dikirim atau belum, bisa dilihat pada daftar email (email list). Jikapun datang balasan ataupun setiap kali email masuk ke inbox, maka ponsel atau handset bakalan bersuara dan bergetar seperti layaknya penerimaan sms.

Web Browser merupakan fitur yang disediakan pula oleh Morange. Jadi gak usah menambahkan browser terpisah seperti Opera ataupun Firefox lagi untuk dapat mengakses blog ataupun mbah Google. Untuk melakukan pencarian (search) sebuah kata kuncipun disediakan pilihan, apakah akan dilakukan pada mesin pencari (search engine) Google, Yahoo atau lainnya.


Saat alamat atau situs tertentu ditampilkan, Morange menyediakan pula fitur Bookmark halaman, yang kemudian akan ditampilkan pada menu Favourite, mirip dengan PC Windows bukan ? Jadi gak perlu bersusah-susah lagi mengetikkan alamat yang pernah dikunjungi (yang pernah di-bookmark). Disini saya mencoba mengakses BLoG pribadi dan sukses.


Ohya, adapun fitur tambahan dalam Web Browser ini adalah sistem penggunaan Tab, apabila ingin membuka lebih dari satu halaman. Mirip dengan yang disediakan oleh Opera, Firefox maupun Google Chrome. Sekali lagi, gak usah menambahkan browser tambahan seperti ketiganya tersebut kok. He…

Eh, sebetulnya fitur yang ada pada Morange itu masih banyak loh, tapi dilanjutkan pada tulisan berikut saja yaa…. see you di tulisan bagian ke-2. He…

Push Email di Pocket PC tanpa Morange ? Gampang !

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih terkait dengan Morange. Satu Aplikasi yang memiliki fitur lengkap terintegrasi ala layanan Blackberry.

Bagi yang masih ingat dengan tulisan saya yang pertama, perihal percobaan yang saya lakukan untuk menggunakan aplikasi Morange pada PDA O2XDA Atom Black yang berbasiskan Pocket PC dan telah diupgrade ke Windows Mobile 6.1.

Satu kesimpulan yang dapat saya ungkapkan waktu itu adalah Morange tidak dapat digunakan sepenuhnya dengan baik pada sistem operasi Pocket PC. Ini karena kedua tombol softkey kiri dan kanan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengakses tombol ‘Menu’ dan ‘Back’ pada tampilan Morange.

Trus gimana dong kalo seumpamanya kita menginginkan fitur-fitur ala Blackberry, minimal ‘Push Email’ dapat terintegrasi pada PDA yang digunakan, tanpa harus menggunakan Morange ? Gampang….

Sebetulnya dalam kondisi default-pun Pocket PC sudah memiliki fitur ‘Push Email’ pada Messaging yang disediakan. Hanya saja memerlukan pengaturan lebih lanjut untuk dapat menggunakan fitur ‘Push Email’.

Buat account email terlebih dahulu pada Messaging, dengan cara ‘New email Account Setup’ pada Menu Messaging, atau menekan tombol ‘Menu’ > ‘Tools’ > ‘New Account’ dari layar tampilan Inbox Message. Selanjutnya tinggal mengisi kolom username, password, kode untuk fitur POP3 atau IMAP dan juga SMTP, sebagai sarana mengambil email yang masuk pada account ke PDA secara langsung.

Sebelum mencapai Finish, silahkan dicermati pada halaman untuk pilihan ‘Automatic Send/Receive’. Agar dapat menggunakan fitur ‘Push Email’, silahkan diubah pilihan default yang biasanya di-set pada pilihan ‘Manually’ ke pilihan sendiri. Mau dilakukan aktivitas pengecekan setiap 5 menit, 10 menit hingga sekali sehari.

Nah, apabila itu sudah dipilih dan Finish, maka tinggal menunggu reaksi dari PDA saja. Apabila PDA dalam kondisi aktif sebagai fungsi telepon/sms saja, bukan terkoneksi dengan internet, maka pada waktunya nanti sesuai pengaturan, PDA akan melakukan koneksi secara otomatis dan mengambil serta mengirimkan email.

Untuk memudahkan mengetahui adanya email yang diterima, dapat dilakukan dengan pengaturan nada tandanya. Caranya dengan melakukan Setting pada pengaturan ‘Sounds and Notification’. Silahkan diatur apakah disertai dengan getar atau tidak.

Apabila masih bersikeras ingin memakai Morange dengan pertimbangan banyak fitur yang disediakan dalam satu aplikasi, perlu diketahui bahwa fungsi Morange hanya sebatas penerimaan dan Viewer. Tidak hingga ke tahap pengiriman (Reply). So, khusus untuk fitur ‘Push Email’, satu-satunya cara untuk melakukan pengiriman balasan (Reply) adalah memanfaatkan multitasking, yaitu melakukan aktivitas dengan dua atau tiga aplikasi dalam waktu bersamaan.

Caranya, tinggal menekan tombol Start Menu dan memilih Messaging, khusus untuk melakukan pengiriman balasan (Reply). Untuk kembali ke tampilan Morange, tinggal menekan tombol silang (quit) pada tampilan Messaging. Bagaimana ? Mudah kan ?

> Tulisan ini adalah untuk yang ke-empat kalinya PanDe Baik menyinggung penggunaan aplikasi Morange, sebagai sarana membantu mobilitas yang berkaitan dengan internet, sebagaimana layaknya layanan Blackberry. Ohya, masih ada satu tulisan lagi terkait aplikasi berbasis java ini, yaitu perihal Eksplorasi Morange seperti yang dipinta rekan saya Budi Windhutama. Sekedar mengetahui lebih jauh, apa saja sih isi jeroan aplikasi Morange ini yang bisa kita manfaatkan ? ditunggu yaaaa…. <

Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <

Morange Solusi Murah ala Blackberry on O2 XDA Atom

16

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa hari lalu, seperti yang pernah saya ungkap dalam posting sebelumnya, lewat sebuah komunitas facebook, saya bisa bersua kembali dengan seorang teman lama saat kuliah di Arsitektur dahulu. Secara kebetulan, kami berasal dari kawitan yang sama dan hanya memiliki perbedaan usia hanya satu hari. Walaupun secara fisik kami tak jauh berbeda, sama-sama tinggi besar, tapi dari segi perwajahan amat sangat jauh berbeda. Jika tak percaya, lihat saja langsung ke profilnya di facebook….

Ceritanya teman saya ini, ehm namanya Budi Windhutama, menawarkan sebuah aplikasi java untuk ponsel yang katanya punya kemampuan mirip Blackberry, selalu terhubung dengan internet, namun biayanya bisa dikatakan murah. Dimana salah satu fiturnya adalah Push Email.

Penjelasannya kurang lebih begini. Email yang masuk ke account kita dapat diambil dengan mengandalkan fitur POP3 (secara kebetulan, dua account email yang saya pakai, dua-duanya mendukung fitur ini), dan sebagai penanda bahwa ada email yang masuk, ponsel bakalan berbunyi layaknya ada sms yang masuk. Syaratnya hanya satu, koneksi internet harus selalu tetap terhubung.

Nama aplikasi tersebut adalah Morange. Format aplikasinya Java, jadi dapat dipastikan kompatibel dan dapat digunakan pada setiap ponsel Nokia yang mengadopsi sistem operasi Symbian 40 (seri 6275, 6300 dan sejenisnya), Symbian 60 (seri N, seri E, seri 6600 dan sejenisnya) juga Symbian 80 (seri 9500, 9300 dan sejenisnya).

Awalnya sih, saya gak terlalu tertarik. Karena terhubung dengan koneksi internet secara full time seharian (gak full 24 jam siy), bukanlah prioritas saya selama ini. Malah jikapun boleh, saya ingin sekali lepas sehari dua dengan benda yang dinamakan orang sebagai ponsel. Jauh lebih bebas dan lega…. He…

Gak tertarik menggunakan, bukan berarti saya tak penasaran, maka saya mencoba mencari tahu di beberapa blog terkait penggunaan aplikasi Morange ini sebagai sebuah alternatif solusi yang murah bagi mereka yang berangan-angan memiliki sebuah gadget nan mahal, Blackberry. Minimal, kemampuannya sama-lah. Ternyata hasil survey saya malah mengubah pendapat saya, yah, gak ada salahnya mencoba…

Berhubung satu-satunya sarana mobile yang saya miliki untuk aktivitas internet, email dan blog adalah PDA O2 XDA Atom, maka sayapun mencoba menginstalasinya pada handset dan berhasil. Sesuai keterangan resmi pada situs resmi Morange, sebelum menggunakannya saya diwajibkan melakukan perdaftaran (registrasi) secara gratis dan berhasil. So, langkah berikutnya tentu saja saya lanjutkan dengan mencoba menjajal Morange via sistem operasi Pocket PC Windows Mobile 6 yang kebetulan baru di-upgrade awal tahun lalu.

Sebagai langkah awal percobaan aplikasi Morange, user (saya) diwajibkan untuk login terlebih dulu menggunakan account yang telah didaftarkan sebelumnya. Tampilan awal (today) Morange-pun berhasil saya nikmati. He… Ternyata isinya gak jauh beda dengan Facebook. Ada status user (lagi ngapain aja hari ini ???), edit profile, account email yang akan digunakan, hingga ke pengaturan tampilan awal (today) yang dikenal dengan ‘Dock Setting’.

Puas mengotak-atik tampilan awal, saya mulai menjajakinya dengan pengecekan email. Eh, beneran. Email yang masuk langsung direspon dengan nada tanda masuk sms, plus getar juga.

Nah, seperti biasa, permasalahan-permasalan pun muncul.

Pertama, untuk fitur Push Email, syarat pertama yang harus dilakukan adalah koneksi yang tetap terhubung dengan internet. Syarat kedua, aplikasi Morange yang dalam hal ini berformat Java, tidak boleh tertutup (yang biasanya akan ditutup secara permanen saat kita menekan tombol tanda silang) atau hanya di minimize. Untuk melakukan hal ini, dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti Handy Switcher yang kalo ndak salah bisa secara gratis diunduh dan diinstalasi kedalam handset Pocket PC.

Kedua, masalah yang muncul adalah penggunaan dua tombol softkey kiri-kanan yang dalam aplikasi Morange berfungsi sebagai tombol ‘Menu’ dan ‘Back’. Nah, masalahnya pada handset O2 yang saya miliki, kedua softkey tersebut tidak bisa diakses dengan jalan touchscreen (layar sentuh), juga dengan menekan tombol softkey yang saya atur lewat Setting-Button. Gak bereaksi sama sekali.

Masalah ketiadaan akses tombol softkey ‘Menu’ ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada penggunaan aplikasi Morange, dimana saat mencoba membalas (Reply) email, maupun membuat baru (Compose), saya tidak bisa mengirimkannya ketujuan. Pada layar sama sekali tidak ditemukan tombol pengiriman (Send), yang membuat saya tambah yakin kalau pilihan pengiriman ada pada tombol ‘Menu’ yang sama sekali tidak dapat saya akses.

Masalah ketiadaan akses tombol softkey ‘Back’ akan sangat terasa saat mencoba mengakses Setting dari layar tampilan pertama (Today). Setelah berhasil menyesuaikan pengaturan (Setting) pada salah satu pilihannya, -Privacy Setting –General Setting dan –Application Setting, sama sekali tidak dapat melakukan akses ke menu sebelumnya yang biasanya dapat dilakukan dengan menekan tombol ‘Back’. Sedangkan jika menekan tombol ‘Home’ dan kembali menuju ‘Setting’, tampilan bakalan kembali pada pengaturan terakhir. So, satu-satunya cara ya menutup aplikasi dan login kembali. Ribet ?

Nah, saat putus asa dengan keterbatasan yang dialami, saya kembali melakukan survey di forum Morange, untuk mendapatkan penjelasan terkait. Kali aja ada. Eh, malah saya mendapatkan konfirmasi bahwa untuk versi yang mendukung secara penuh sistem operasi Pocket PC Windows Mobile 6, bakalan dirilis resmi bulan Juni nanti. Ealah….

Yah, barangkali memang harus menunggu 3 bulan lagi untuk bisa menikmatinya dengan baik. So, untuk sementara saya tunda dulu deh review Morange untuk handset PDA Pocket PC-nya. Mungkin kalo nanti sudah sempat saya coba dipake via ponsel Nokia, baru deh, saya kabari lagi selengkapnya. He…

#HPjadul Multimedia Mumpuni Jaman Old Nokia N73

Category : tentang TeKnoLoGi

Kemunculan ponsel satu ini kalau tidak salah ingat, dinanti begitu banyak orang. Pasalnya N73 merupakan ponsel Multimedia Nokia pertama yang disematkan lensa kamera 3,2 MP, tergolong resolusi besar ukuran jaman itu dan menyandang nama besar Carl Zeiss pula. Yang bisa diaktifkan secara otomatis dengan cara menggeser penutup lensa di sisi punggung ponsel. Sudah begitu, salah satu andalan Nokia dari N series ini membawa pula dual speaker stereo yang menyebabkan seri ini dirilis kembali dalam balutan chasing berwarna Hitam dan label Music Edition lengkap dengan tema layar yang baru bersama beberapa seri lainnya.

Nokia N73 memiliki bentuk candy bar dengan dimensi layar yang cukup lebar di Jaman Old. Membawa sistem operasi Symbian 60 3rd edition membuatnya cukup mumpuni untuk mengoperasikan beberapa aktifitas penting termasuk urusan Push Email via aplikasi berbasis Java Morange, yang saat itu sedang menjadi Trend Global gegara perangkat bulky Blackberry.

Saya sendiri menyandang ponsel N73 ME sebulan sebelum kelahiran putri pertama, Mirah GayatriDewi demi hasrat mengabadikan gambar dan video pertama yang bersangkutan melalui layar ponsel. Serta mempensiunkan perangkat kamera saku saat itu, Konica Minolta dari aktifitas rutin sehari-hari.
Berpasangan dengan ponsel Nokia cdma 6275i, menjadikannya pasangan ideal selama hampir dua tahun kedepannya.

#HPjadul #Nokia #N73 #ME #CarlZeiss #JamanOld #Morange

FaceBook and Me

Category : tentang DiRi SenDiri

Ternyata sudah lama juga saya bergumul dengan waktu hanya untuk mengeloni akun FaceBook.
Setidaknya dari tulisan perpindahan domain dari pandeividuality.net ke pandebaik.com di tahun 2008 silam, terungkap perkenalan saya dengan akun FaceBook yang kalau tidak salah ingat, waktu itu untuk kali kedua saya membuat akun, dan ternyata belum banyak kawan yang bergabung ke sosial media satu ini. Mereka masih asyik dengan FriendSter kalo ndak salah.

FaceBook dalam perjalanannya banyak membantu aktifitas saya di dunia maya termasuk dalam urusan meningkatkan traffic kunjungan ke postingan Blog.
– Tahun 2009 awal, banyak menurunkan tulisan tentang Morange, aplikasi Push Email bagi ponsel Nokia, atau mereka yang belum mampu menjamah mahalnya ponsel BlackBerry jaman itu.
– Tahun 2009 akhir hingga 2010 awal, mewujudkan Reuni SMA setelah berpisah 15 tahun lamanya. Banyak kisah duka maupun suka didalamnya.
– Tahun 2010 awal bersamaan dengan Reuni SMA diatas, saya mendapat kehormatan bergabung dalam Tim melahirkan LPSE Badung bersama rekan-rekan di Bagian Pembangunan.
– Tahun 2010 pertengahan, gabung dengan Semeton Pande membentuk Yowana dan segala pernak pernik kegiatan sosialnya. Menemukan saudara dan jalan hidup yang sebenarnya.
– Tahun 2010 akhir, mengenal akun FourSquare dan gila-gilaan mengejar Badges bareng Pande Putra, adik sepupu yang mahir soal satu ini.
– Diwaktu yang sama, saya pun akhirnya mengenal Android dari seorang senior di LPSE yang membawa banyak perubahan serta mindset dalam bekerja dan beraktifitas hingga kini.

Selebihnya, FaceBook meneruskan semua kegilaan akan perangkat layar sentuh yang saya yakini bakalan menggilas keberadaan BlackBerry yang saat itu sedang Booming juga Nokia lewat seri N dan E.
Saking yakinnya, saya termasuk yang menolak untuk mengambil perangkat BlackBerry sebagai ponsel utama saat itu. Hehehe… padahal jujur saja, saat kemunculan pertama di baliho milik Indosat, saya termasuk mengidolakan seri jadul BlackBerry lantaran bentuknya yang unik, sementara kawan lain lagi booming ponsel Nokia.

FaceBook akhirnya mulai dirasa menjadi Bumerang. Penghalang banyak hal, dan ketagihan.
Saya alami pada pertengahan Tahun 2015 yang akhirnya diputuskan untuk menutup permanen akun FaceBook setelah mencoba sebelumnya selama 6 bulan pertama.
Semua aktifitas dan dunia seperti terputus begitu saja.

Berselang Dua Tahun, setelah semua aktifitas sudah dirasa menjadi lebih baik, disamping tingkat kunjungan halaman Blog yang semakin menurun, saya mencoba kembali lagi ke akun FaceBook.
Tidak sengaja mengaktifkannya kembali, kaget karena pihak FaceBook masih menyimpannya. Tidak menghapusnya secara permanen.

Maka berbekal pengalaman sewindu sebelumnya, juga pengetahuan tambahan yang saya dapatkan saat meninjau akun FaceBook beberapa kawan atas permintaan yang bersangkutan, saya mencoba untuk mawas diri sejak awal. Mengurangi fitur dan kemampuan yang ada dalam FaceBook masa kini, demi mengamankan kepala dan tetap mampu berbagi informasi laiknya dulu. Serta berharap, FaceBook tidak lagi memabukkan dan mengganggu.

Well, nyaris satu dasa warsa artinya saya mengenal dan bergabung di akun FaceBook ini.
Senang bisa kembali lagi, meski sempat antipati sebelumnya.

Ponsel dan Perubahan -era Transisi

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun 2008, sebulan sebelum kelahiran Mirah putri pertama kami, saya nekat membeli ponsel multimedia series milik Nokia yang lebih dikenal lantaran faktor kamera yang saat itu merupakan seri pertama mengusung fitur autofocus berukuran 3 MP plus speakernya yang jernih. Yak… N73 Music Edition.

Saya katakan masa transisi karena dalam era ini, sebetulnya ada keinginan untuk mendapatkan kembali ponsel sekelas PDA namun kehadirannya saat itu mulai tergerus dengan masa BlackBerry Minded dimana jika membandingkan keduanya, saya jauh lebih rela mengeluarkan banyak uang demi sebuah perangkat berbasis OS Windows Mobile 2005 dan 6.0 ketimbang OS BlackBerry.

Itu sebabnya lantaran belum menemukan Ponsel PDA yang diinginkan, saya masih tetap bertahan dengan Nokia N73 hingga Tahun 2010 menjelang Reuni sekolahan SMA dilakukan. Desakan untuk segera beralih ke BBM atau BlackBerry Messenger, aplikasi Chat ternama makin gencar lantaran semua kawan merasa kesulitan untuk berkoordinasi tak jua digubris hingga semua rutinitas itu berlalu dengan sendirinya.

Di masa ini, saya berkenalan dengan aplikasi Morange dari seorang kawan, yang menawarkan fitur push email layaknya layanan BlackBerry namun dengan biaya yang jauh lebih murah. Juga mulai meninggalkan penggunaan kamera saku sebagai media pengambilan gambar dan video tumbuh kembang anak. Selain itu akses sosial media pun jadi lebih mudah dan mengasyikkan berkat mobile browsernya, dimana sayapun belajar untuk menghemat pulsa tanpa harus mengambil paket data yang ditawarkan oleh operator saat itu.

dan Masa Transisipun harus berakhir seiring perkenalan saya dengan era selanjutnya yang menjadi perubahan terbesar dalam hidup.