Skip to main content

Posts

Vocal Remover, Bagus tapi...

Recent posts

Amor ing Acintya Ni Nyoman Rai Ariatni

Om Swastyastu,  Amor ing Acintya Ni Nyoman Rai Ariatni (85) Krama saking Jalan Nangka No 29 Denpasar. Indik Upakara, jagi kemargiang :  - Ngeringkes/Metektekan ring Banjar Tainsiat, Rabu 1 Mei 2024, galah dauh 14.00 wita. - Upacara Pengabenan kemargiang ke Setra Bungkeneng Desa Adat Tonja, Kamis 2 Mei 2024, galah dauh 13.00 wita. Indik Petempung jenukan beras ring rumah duka. Regu sane polih Tugas Jaga/megebagan inggih punika : - Regu 6 ring pinanggal 30 April 2024 - Regu 7 ring pinanggal 1 Mei 2024 Matur Suksema. Om Shanti Shanti Shanti Om #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat

Amor ing Acintya AA Made Ristawan

Om Swastyastu,  Amor ing Acintya AA Made Ristawan (50), krama saking Jalan Nangka Gang X No 1 Denpasar. Indik upakara jagi kemargiang pengabenan /Kremasi ring Setra Santha Swarga Bugbug Desa Adat Denpasar, Kamis 2 Mei 2024 galah dauh 07.00 Wita. Indik patempung jenukan Beras mangda bakta ring Banjar Tainsiat, Tanggal 30 April 2024 s.d 1 Mei 2024, Galah saking pukul 08.30 wita nyantos pukul 12.00 wita, ngelantur pukul 14.00 wita nyantos pukul 17.00 wita. Matur Suksema. Om Shanti Shanti Shanti Om. #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat

Tuntaskan Monster di Ruang Tunggu Agung Toyota Denpasar

Saya menginjakkan kaki di Agung Toyota Denpasar Bali sekitar pukul delapan pagi, lewat sedikit dari agenda yang dijadwalkan kemarin, gegara bangun siang di hari Sabtu ini.  Langsung disapa ramah oleh Pak Putu Sudi Yasa, Pak Sutrisno Hadi dan Pak Ketut Wiranata di counter depan, sembari mengingatkan beberapa momen yang terlewat beberapa waktu lalu, mereka ketahui dari timeline sosial media FaceBook lantaran pertemanan yang dijalin sejauh ini. Melangkah di area ruang tunggu lantai dua, rupanya ada beberapa perubahan tata letak yang dilakukan sejak kunjungan terakhir saya bulan Oktober 2023 lalu. Ruang Reflexy kaki yang sebelumnya diposisikan dekat toilet, kini dikembalikan lagi ke tempat semula, pojokan utara sebelah Smoking Area. Dan area dekat toilet diubah jadi Rest Area, diperuntukkan bagi mereka yang ingin beristirahat merebahkan badan di sofa panjang. Suasananya masih sama, sejuk dan nyaman bagi pengunjung atau konsumen untuk menunggui kendaraan hingga selesai ditangani.  Saya prib

Memilih Satu diantara Dua Opsi Ponsel Baru

Saat menjejakkan kaki di area mewah penjualan ponsel jalan Teuku Umar, saya dengan yakin mengatakan Samsung, meski ditawari berbagai brand Android ternama dan juga iPhone. Lengkap dengan budget 5 jutaan dan storage internal 256 GB.  Pilihannya ada Samsung Galaxy A54, M54 dan A35. Semuanya sudah mengadopsi jaringan 5G.  Tanpa pikir panjang, saya memilih seri A35 yang biasanya diperuntukkan bagi kelas menengah dan sesuai dengan budget diatas. Dua lainnya ada di angka 6 lebih.  Yang saya lupa pikirkan saat menjatuhkan pilihan ini adalah keberadaan NFC *syukurnya ada, dan slot memory tambahan hybrid 3 lubang *yang ternyata hanya menyediakan 2 lubang saja.  Waduh...  Hal ini sempat membuat saya kebingungan lantaran sampai hari ini masih betah menggunakan 2 kartu GSM, satunya khusus Internet aka SmartFren, satunya lagi Axis selaku nomor utama. Dan slot tambahan satu lagi yang saya harapkan, bisa diisi dengan kartu memory micro sd berkapasitas sama, 256 GB. Khusus untuk penyimpanan files, ant

Belum Bisa Move On dari Era 80an

Senang mendengar dan menyaksikan lagi Bang Iwan Fals tampil menyanyikan karya lama era 80an, di agenda Suara Hati Ramadhan beberapa waktu lalu. Yang kalau tidak salah menyajikan tembang Tak Biru Lagi Lautku, atau Siang Pelataran SD Sebuah Kampung, yang notabene merupakan teman sepulang sekolah masa SD.  Tembang yang tergolong jarang dibawakan saat ia melakukan konser di berbagai tempat se-Indonesia.  Jadi gak heran kalo saya sampai melupakan beberapa kata dalam lirik lagunya meski masih hafal nadanya.  Termasuk Potret Panen yang hadir di album Wakil Rakyat sekitar tahun 87/88.  Saya mendengarkan lagu-lagu Bang Iwan Fals dari sekian banyak kaset tape yang dimiliki kakak kandung masa ia kuliah, termasuk beberapa musisi ternama luar macam Queen, Quiet Riot, Genesis atau Van Halen. Yang mengena ya cuma satu ini, karena lirik lagunya mudah dihafalkan dan dilafalkan. Dan sekali dua saya nyanyikan di depan kelas pas jam kosong.  Menikmati karya solo Bang Iwan dan juga era kolaborasi bareng Om

Kriteria Memilih Ponsel Android di usia 40an

Memutuskan untuk membeli sebuah ponsel baru di usia seperti ini, bukan lagi bicara soal prosesor atau besaran memory ram yang dimiliki sebagaimana halnya saat mengenal ponsel pintar era awal 2010an. Atau soal berapa megapixel resolusi kamera yang disematkan di sisi punggung ponsel, karena memang semua itu dirasa sudah gak penting lagi untuk mendukung aktifitas harian. Kini yang terpenting adalah soal isian kapasitas storage yang dimiliki biar gak ada notif hape penuh tiap kali mau buka pesan image atau video di whatsapp, atau saat bersiap melakukan render video pasca editing yang meminta pengguna untuk menyiapkan sejumlah space yang lega sebagai penyimpanan hasil nantinya. Sebelum mengganti ponsel dengan cara terpaksa kemarin, sebetulnya ada beberapa impian yang saya harapkan jika saja diberikan rejeki atau memang sudah saatnya mengganti ponsel. Minimal soal Storage tadi. Yang kalau boleh, sekarang ambil porsi 256 GB biar lega kalau mau render video panjang, atau unduh banyak video